Wednesday, December 26, 2007

Renungan 3 Tahun Tsunami

Hari ini tepatnya tanggal 26 Desember 2007, tepat tiga tahun setelah terjadinya tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam. Di ulang tahun ketiga ini, patut kita melihat kembali ke belakang apa apa yang telah terjadi dan pembelajaran apa yang telah kita dapat selama ini. Sesungguhnya, apa yang telah dilakukan banyak orang dalam rangka memperbaiki kondisi Aceh seperti sedia kala, dan bahkan lebih baik lagi semuanya adalah proses belajar yang sangat mahal harganya. Tidak ada satu formula pun yang bisa tepat untuk diinjeksikan kepada NAD dan menghasilkan kesembuhan yang cepat. Obat yang telah disuntikkan selama ini telah menuai hasil kesembuhan, walaupun tentunya tidak sempurna seperti yang semua orang harapkan.

Kritik terhadap pola pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi selalu bergema dimana-mana. Cepat selesaikan pembangunan dengan baik dan berkualitas dan ratakan hasilnya kepada semua orang yang berhak menerimanya, itu adalah teriakan standar para demonstran dan para kritikus tsunami. Seolah apa yang telah ada sekarang ini tidaklah berarti apa-apa dan belum ada apa-apanya. Seolah mereka tidak turut didalamnya, seolah mereka tidak terlibat dalam carut marutnya.

Membangun tentunya tidak mudah. Uang tidak menjadi jaminan bahwa semua akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Proyek ini adalah proyek raksasa dunia yang tidak ada yang menandingi saat sekarang ini. Tidak ada satupihakpun yang paling bertanggung jawab melainkan semua orang yang cinta terhadap Aceh bertanggung jawab untuk kesuksesannya.

Wednesday, November 7, 2007

Sablon baju pakai T Shirt transfer paper

Mainan baru nih... walaupun teknologi ini udah lama muncul, tapi baru kali ini aku bisa mencobanya. Kebetulan pas baru punya printer Epson dan pas lagi jalan-jalan di Carrefour nampak t shirt transfer paper yang paket hemat punya. Lumayan sekitar 30 ribuan per lima lembar. Maka jadilah proses percobaan dilakukan.

Pertama sekali tentu memilih gambar apa yang mau dicoba. Untungnya aku udah ada beberapa rancangan desain t shirt. Jadi tinggal perbaiki dikit-dikit di Photoshop, siap di print. Ngeprintnya biasa aja seperti ngeprint kertas lain. Tapi jangan lupa gambarnya dibuat mirror, terbalik dari aslinya. Ini bisa disetting di printernya atau di gambar aslinya. Terus jangan sampai kertasnya terbalik. Sisi yang kasar adalah media yang akan jadi tempat tinta bersarang. Bagian yang bergaris adalah bagian belakang, jadi jangan sampai terbalik.

Udah lah, tinggal print aja dan tunggu kertas keluar dari print. Ziit ziit ziit....kertas pun keluar. Alhamdulillah gambarnya terbalik.... Terus buka tuh kaos yang akan di sablon. eh kaosnya harus 100% cotton ya. Gelar di tempat yang sesuai. Perkirakanlah dimana posisi gambar akan menempel. Panaskan sterika sampe maksimum. Setelah itu bagian yang akan disablon diseterika dulu, jangan sampai ada lipatan atau tonjolan, bisa bikin hasil jelek.

Tempel aja kertas transfer paper di kaos yang mau disablon. Tentunya bagian yang ada gambarnya di bawah atau berhadapan dengan kaos. Sebaiknya kaos berwarna terang, atau putih. Ada juga sih transfer paper yang untuk kaos warna gelap, tapi aku belum pernah coba. Setelah terposisikan dengan baik, mulailah ku setrika dengan hati-hati dan lembut. Supaya gambar tidak bergeser. Kuulangi beberapa kali. Namun yang kedua dan seterusnya aku pakai alas kertas putih. Takut juga aku kalau kalau transfer paper nya gosong.

Udah itu, aku biarkan semua menjadi dingin. Terus kubuka secara hati-hati dan deg degan....Maklum first time lah.. Finally....sukses juga tuh gambar nempel di kaos. Hasilnya mirip banget seperti di monitor. Luar biasa........

Gitulah pengalaman pertamaku dengan T shirt transfer paper. Lumayan. jadi kalo aku jalan-jalan ke luar daerah dan tidak ketemu kaos yang bagus untuk jadi oleh-oleh, tinggal buat aja sendiri di rumah. Tinggal pindahin foto-foto yang bagus di daerah tersebut. Beres deh...

Medan Kota Tercinta, tapi...

Datanglah ke Medan, kota bersejarah. Penuh dengan peninggalan kolonial Belanda. Sangat eksotis dan menarik, tidak hanya objek wisatanya. Tapi juga orang-orangnya yang unik dan tentunya ada perbedaan dengan kota-kota lain di Indonesia.

Di Medan ada Istana Deli, Mesjid Raya dan Kolam Sri Deli. Satu komplek kerajaan dari jaman lampau yang masih tersisa. Ada pula deretan toko-toko peninggalan jaman kolonial di sepanjang jalan Kesawan. Bangunan tua yang masih dipergunakan saat ini seperti Balai Kota, gedung Bank Indonesia, Kantor Pos, Stasiun Kereta Api dan bangunan lain yang digunakan oleh swasta misalnya oleh PP Lonsum.

Selain itu ada pula objek wisata modern seperti Merdeka Walk, pusat jajanan di sekitar Lapangan Merdeka Medan, adapula Kesawan Square, pusat jajan malam hari yang menggunakan ruas jalan Kesawan yang sengaja ditutup setiap magrib hingga lewat tengah malam agar orang leluasa berjalan kaki dan menikmati makanan yang dijual disana. Ada pula beberapa Mall yang cukup modern dan representatif.

Namun, jangan memimpikan soal keteraturan di Medan. Jika anda berkunjung kesana, pasti anda akan stress dengan kelakuan warga Medan di jalan raya. Terutama pengemudi angkot dan pengendara sepeda motor. Kelakuan mereka di simpang-simpang yang ada traffic light nya akan membuat kepala anda menjadi gatal. Kenapa? karena anda akan di klakson dari belakang jika tidak berani menyerobot lampu lalu lintas itu, apalagi jika tidak ada Pak Polisi. Ada-ada saja...

Ini Medan Bung! itu slogan warga Medan untuk menegaskan perbedaan (yang belum tentu beda) kepada orang lain. Mungkin yang beda adalah kelakuan di jalan raya yang sembrono dan mau enak sendiri itu aja kali ya...Entahlah..

Namun demikian, Medan tetap kota yang menarik dan patut untuk dikunjungi. Nyesel Kau kalo tak pernah ke Medan! (Kata orang Medan). Dan bagi ku sendiri, Medan tetap kota yang tercinta.... Ah Sok Paten Kali Kau pun... (Ha ha ha ha)

Monday, October 1, 2007

Jambi antara Karet dan Empek-empek







Langka bener nih kesempatan untuk jalan-jalan ke Jambi. Kalau gak ada kepentingan khusus mungkin gak akan sampai ke sana. Maklumlah, Jambi itu jauh dan agak sulit menempuhnya kalau dari Aceh. Tapi yang namanya rezeki, gak akan kemana. Kalau jatahnya sudah mau ke Jambi, ya akhirnya kesana jugalah.

Kebetulan nih, aku ditugaskan (sebenarnya menugaskan diri sendiri sih..he he he) untuk memimpin rombongan petani karet dari Aceh Jaya ke provinsi Jambi, tepatnya ke Muara Bungo. Untuk melihat dan belajar tentang rubber agroforestry. Gitulah, kenapa bisa nyampe ke Jambi.


Gak banyak sih yang sempet kunikmati di Jambi selain dari perkebunan karet yang cukup bagus dan sangat memasyarakat. Itu menjadi contoh yang berharga bagi petani yang kami bawa dalam rombongan. Selain itu tak lain dan tak bukan adalah empek-empek Pak Raden yang terkenal mantaf dan mak nyus cita rasanya...






Ini adalah kesempatan pertamaku membeli empek-empek Pak Raden langsung dari penjualnya di Jambi, sebelumnya hanya makan oleh-oleh dari teman aja. Pertanyaan standar dari penjualnya yaitu: Mau paket apa? karena mereka menyediakan beberapa paket untuk oleh-oleh. Aku memilih paket yang terkecil aja. Pertanyaan selanjutnya adalah: berangkatnya pake apa? pake bus apa pake pesawat? Kalo pake bus, mereka akan membubuhi empek-empek dengan tepung, supaya lebih tahan lama. Kalo pake pesawat, mereka tidak perlu tambahi tepung karena empek-empek itu masih tahan dan tidak perlu perlakuan khusus.






Oh ya ada satu lagi. Ketika di bandara, aku sempet beli oleh-oleh gantungan kunci dari batik khas Jambi dengan bentuk topi melayu, sendal, pakaian dan lain-lain. Kemudian ada juga yang unik yaitu gantungan kunci dari daun karet. Daun karet itu sudah dirontokkan daging daunnya, yang tinggal hanya tulangnya dan kemudian diberi warna yang menarik. Untuk membuatnya tahan lama, daun itu di laminating dengan plastik. Harganya relatif murah, hanya 1500 sebiji. Lumayan untuk oleh-oleh yang dibeli di airport.

Thursday, August 23, 2007

Internet Pake Jaringan CDMA

Loh kok soal internetan masuk ke blog jalan-jalan sih. Wah ini ada alasannya loh, soalnya jalan-jalan kan tidak hanya di alam nyata saja, di alam maya juga bisa, tapi tentunya melalui jaringan internet. Nah kejawab kan? Kurang puas? Ketika jalan-jalan kan kita tetap perlu terhubung ke dunia lewat internet, jadi internetan dengan jaringan CDMA akan membantu kita konek ke internet dimana saja asal ada jaringan CDMA. Gitu loh...



Apa sih yang diperlukan? Tentu aja laptop dengan colokan USB. Terus HP CDMA yang ada modemnya. Contohnya Nokia 2116 (http://www.nokia.com/). Kabel data DKU 5 atau CA 42. Kartu R UIM baik dari Flexi, Starone (http://www.mystarone.com)%20atau/ yang lain. Saat ini perangkat itulah yang udah aku miliki dan siap untuk berjalan-jalan dengan dunia maya.



Kenapa pake CDMA? praktis aja, sekarang jaringannya udah lumayan luas, akses cepat dan harga murah (rp 5/Kb Flexi atau Rp 3/Kb Starone atau Rp 111 /menit). Gimana, so pasti jalan-jalan kamu akan lebih asyik.



Gimana cara settingnya? Tunggu kalo udah ada waktu aku tulis lagi.