Friday, February 22, 2008

Tur de Batam

Kali ini aku jalan-jalan ke Batam tepatnya ketika liburan Imlek lalu. Ada nuansa lain ketika di Batam pada saat Imlek, meriah dan penuh dengan merah. Turis pun hilir mudik menikmati liburan di pulau ini. Dan dampaknya, harga-harga makanan pun naik dua tiga ribu rupiah selama imlek. Tapi gak papa lah..kesempatan di hari raya.

Ini teman teman yang menemani ku saat di Batam. Mereka orang baik-baik loh... ada oces, mis, ocu dan yungzalien.



Beberapa tempat yang dikunjungi di Batam antara lain adalah jembatan barelang, camp pengungsi Vietnam, pantai melur, makan-makan sea food dan lain-lain. Kalo sempet akan kutulis semua di blog ini secara terpisah.

Wednesday, December 26, 2007

Calang Maret 2005 VS Calang Desember 2007


Seorang teman (kalau tidak salah si Chalid, Chalid aku dapat foto ini dari Lisa Owen), telah mengabadikan kondisi Calang pada bulan Maret 2005, hampir tiga bulan setelah tsunami. Betapa luluh lantak dan hancur lebur kondisinya. Sangat menyedihkan dan sangat mengenaskan. Seperti tak mungkin ada kehidupan yang akan kembali kesana.


Pertengahan bulan Desember 2007 lalu aku berkesempatan mengunjungi Calang menggunakan pesawat kecil milik MAF jenis GA8 Airvan bertempat duduk total 7 buah. Pemandangan yang terlihat sungguh sangat kontras dengan apa yang terekam pada Maret 2005. Ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak yang selama ini bertungkus lumus dengan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh paska Tsunami.




Melihat apa yang telah ada di Calang sekarang ini, patutlah kita membanggakan apa yang telah kita lakukan selama ini seraya berinstrospeksi agar apa yang telah dicapai sekarang ini dapat lebih baik lagi di masa akan datang.


Renungan 3 Tahun Tsunami

Hari ini tepatnya tanggal 26 Desember 2007, tepat tiga tahun setelah terjadinya tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam. Di ulang tahun ketiga ini, patut kita melihat kembali ke belakang apa apa yang telah terjadi dan pembelajaran apa yang telah kita dapat selama ini. Sesungguhnya, apa yang telah dilakukan banyak orang dalam rangka memperbaiki kondisi Aceh seperti sedia kala, dan bahkan lebih baik lagi semuanya adalah proses belajar yang sangat mahal harganya. Tidak ada satu formula pun yang bisa tepat untuk diinjeksikan kepada NAD dan menghasilkan kesembuhan yang cepat. Obat yang telah disuntikkan selama ini telah menuai hasil kesembuhan, walaupun tentunya tidak sempurna seperti yang semua orang harapkan.

Kritik terhadap pola pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi selalu bergema dimana-mana. Cepat selesaikan pembangunan dengan baik dan berkualitas dan ratakan hasilnya kepada semua orang yang berhak menerimanya, itu adalah teriakan standar para demonstran dan para kritikus tsunami. Seolah apa yang telah ada sekarang ini tidaklah berarti apa-apa dan belum ada apa-apanya. Seolah mereka tidak turut didalamnya, seolah mereka tidak terlibat dalam carut marutnya.

Membangun tentunya tidak mudah. Uang tidak menjadi jaminan bahwa semua akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Proyek ini adalah proyek raksasa dunia yang tidak ada yang menandingi saat sekarang ini. Tidak ada satupihakpun yang paling bertanggung jawab melainkan semua orang yang cinta terhadap Aceh bertanggung jawab untuk kesuksesannya.

Wednesday, November 7, 2007

Sablon baju pakai T Shirt transfer paper

Mainan baru nih... walaupun teknologi ini udah lama muncul, tapi baru kali ini aku bisa mencobanya. Kebetulan pas baru punya printer Epson dan pas lagi jalan-jalan di Carrefour nampak t shirt transfer paper yang paket hemat punya. Lumayan sekitar 30 ribuan per lima lembar. Maka jadilah proses percobaan dilakukan.

Pertama sekali tentu memilih gambar apa yang mau dicoba. Untungnya aku udah ada beberapa rancangan desain t shirt. Jadi tinggal perbaiki dikit-dikit di Photoshop, siap di print. Ngeprintnya biasa aja seperti ngeprint kertas lain. Tapi jangan lupa gambarnya dibuat mirror, terbalik dari aslinya. Ini bisa disetting di printernya atau di gambar aslinya. Terus jangan sampai kertasnya terbalik. Sisi yang kasar adalah media yang akan jadi tempat tinta bersarang. Bagian yang bergaris adalah bagian belakang, jadi jangan sampai terbalik.

Udah lah, tinggal print aja dan tunggu kertas keluar dari print. Ziit ziit ziit....kertas pun keluar. Alhamdulillah gambarnya terbalik.... Terus buka tuh kaos yang akan di sablon. eh kaosnya harus 100% cotton ya. Gelar di tempat yang sesuai. Perkirakanlah dimana posisi gambar akan menempel. Panaskan sterika sampe maksimum. Setelah itu bagian yang akan disablon diseterika dulu, jangan sampai ada lipatan atau tonjolan, bisa bikin hasil jelek.

Tempel aja kertas transfer paper di kaos yang mau disablon. Tentunya bagian yang ada gambarnya di bawah atau berhadapan dengan kaos. Sebaiknya kaos berwarna terang, atau putih. Ada juga sih transfer paper yang untuk kaos warna gelap, tapi aku belum pernah coba. Setelah terposisikan dengan baik, mulailah ku setrika dengan hati-hati dan lembut. Supaya gambar tidak bergeser. Kuulangi beberapa kali. Namun yang kedua dan seterusnya aku pakai alas kertas putih. Takut juga aku kalau kalau transfer paper nya gosong.

Udah itu, aku biarkan semua menjadi dingin. Terus kubuka secara hati-hati dan deg degan....Maklum first time lah.. Finally....sukses juga tuh gambar nempel di kaos. Hasilnya mirip banget seperti di monitor. Luar biasa........

Gitulah pengalaman pertamaku dengan T shirt transfer paper. Lumayan. jadi kalo aku jalan-jalan ke luar daerah dan tidak ketemu kaos yang bagus untuk jadi oleh-oleh, tinggal buat aja sendiri di rumah. Tinggal pindahin foto-foto yang bagus di daerah tersebut. Beres deh...

Medan Kota Tercinta, tapi...

Datanglah ke Medan, kota bersejarah. Penuh dengan peninggalan kolonial Belanda. Sangat eksotis dan menarik, tidak hanya objek wisatanya. Tapi juga orang-orangnya yang unik dan tentunya ada perbedaan dengan kota-kota lain di Indonesia.

Di Medan ada Istana Deli, Mesjid Raya dan Kolam Sri Deli. Satu komplek kerajaan dari jaman lampau yang masih tersisa. Ada pula deretan toko-toko peninggalan jaman kolonial di sepanjang jalan Kesawan. Bangunan tua yang masih dipergunakan saat ini seperti Balai Kota, gedung Bank Indonesia, Kantor Pos, Stasiun Kereta Api dan bangunan lain yang digunakan oleh swasta misalnya oleh PP Lonsum.

Selain itu ada pula objek wisata modern seperti Merdeka Walk, pusat jajanan di sekitar Lapangan Merdeka Medan, adapula Kesawan Square, pusat jajan malam hari yang menggunakan ruas jalan Kesawan yang sengaja ditutup setiap magrib hingga lewat tengah malam agar orang leluasa berjalan kaki dan menikmati makanan yang dijual disana. Ada pula beberapa Mall yang cukup modern dan representatif.

Namun, jangan memimpikan soal keteraturan di Medan. Jika anda berkunjung kesana, pasti anda akan stress dengan kelakuan warga Medan di jalan raya. Terutama pengemudi angkot dan pengendara sepeda motor. Kelakuan mereka di simpang-simpang yang ada traffic light nya akan membuat kepala anda menjadi gatal. Kenapa? karena anda akan di klakson dari belakang jika tidak berani menyerobot lampu lalu lintas itu, apalagi jika tidak ada Pak Polisi. Ada-ada saja...

Ini Medan Bung! itu slogan warga Medan untuk menegaskan perbedaan (yang belum tentu beda) kepada orang lain. Mungkin yang beda adalah kelakuan di jalan raya yang sembrono dan mau enak sendiri itu aja kali ya...Entahlah..

Namun demikian, Medan tetap kota yang menarik dan patut untuk dikunjungi. Nyesel Kau kalo tak pernah ke Medan! (Kata orang Medan). Dan bagi ku sendiri, Medan tetap kota yang tercinta.... Ah Sok Paten Kali Kau pun... (Ha ha ha ha)